loading...

10 Tokoh Penjelajah Samudra

Tokoh Penjelajah Samudra - Sebelum itu kenapa terjadi penjelajahan samudra ada yang tau ? peyebebab ada nya penjelajahan samudra di ada beberapa faktor seperti jatuh nya kerajaan Bizantium di romawi timur dan ada yang ingin membuktikan bahwa bumi itu bulat.

Serta pembalasan terhadap kekuasaan islam dimanapun yang dijumpai karena kekalahan kaum nasrani di perang salib.

Sejak saat itulah para kaum nasrani memulai penjelajahan nya untuk mendapatkan rempah-rempah dari negara asal nya  karena harga nya lebih murah

Karena ada nya prinsip 3G mencari gold atau kekayaan, meraih kejayaan bangsa glory  dan menyebarkan agama nasrani gospel.

Karena itulah bermunculan para tokoh penjelajah samudra yang terkenal hingga saat ini walaupun anda hanya akan melihat nya dibuku sejarah tentang kelautan saja dan sejarah ips.

Nama Para Tokoh Penjelajah Samudra : 


1. Bartholomeus Diaz


Bartolomeu Dias (bahasa Inggris: Bartholomew Diaz) (Algarve, 1450 – Tanjung Harapan, 29 Mei 1500) ialah seorang pengembara Portugis yang berlayar mengelilingi Tanjung Harapan, ujung unsur selatan dari Afrika, dan diketahui sebagai pengembara Eropa kesatu yang pernah melakukannya. 

Pada tahun 1481, ia menyertai Diogo de Azambuja melakukan pengiriman di Pantai Emas. 

Bartolomeu Dias ialah seorang ksatria istana kerajaan, kepala penjaga gudang kerajaan dan berpengalaman berlayar dari pasukan perang São Cristóvão (Saint Christopher).

Raja John II dari Portugal menunjuk dia pada tanggal 10 Oktober 1486 sebagai kepala pengiriman untuk berlayar mengelilingi ujung unsur selatan Afrika dengan harapan menggali rute perniagaan baru mengarah ke ke Asia.


2. Vasco da Gama


Vasco da Gama (IPA: ['vaʃku dɐ 'gɐmɐ] (Sines, Alentejo, Portugal, selama 1469 – 24 Desember 1524 di Kochi, India) ialah seorang pengembara berkebangsaan Portugis, yang mengejar jalur jalan laut langsung dari Eropa ke Malabar, India dengan mengerjakan penjelajahan laut mengelilingi Afrika.

Da Gama ditugasi oleh Raja Manuel I dari Portugal untuk menggali negeri-negeri Kristen di benua Timur (Baginda, seperti tidak sedikit orang Eropa lainnya, mengira bahwa India ialah Kerajaan Kristen dari Prester John), dan guna mendapatkan akses Portugis ke pasar komersial di benua Timur.
 
Da Gama memperluas penjelajahan laut dari pendahulunya Bartolomeu Dias, yang kesatu-tama mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika pada 1488, yang berpuncak dengan penjelajahan laut Portugis yang didukung oleh sekolah pelayaran dari Henrique sang Navigator.

Pelayaran da Gama sukses membangun rute lautan dari Eropa ke India yang memungkinkan perniagaan dengan Timur Jauh, tanpa memakai rute kafilah Jalur Sutera yang mahal dan tidak aman, antara Timur Tengah dan Asia Tengah.

Namun, pelayaran ini pun terhambat oleh kegagalannya untuk membawa barang-barang yang menarik untuk bangsa-bangsa di Asia Kecil dan India. 

Rute ini sarat bahaya:hanya 54 dari 170 kelasi, dan dua dari empat kapal, yang pulang ke Portugal dengan selamat pada 1499. 

Namun demikian, pelayaran kesatu da Gama langsung menghasilkan era kekuasaan Eropa sekitar ratusan tahun melewati kekuatan laut dan perdagangan, dan kolonialisme Portugis sekitar 450 tahun di India yang menghasilkan kekayaan dan kekuasaan untuk takhta Portugal.


3. Alfonso de Albuquerque


Lahir di Alhandra pada tahun 1453,[1] di sekitar kota Lisbon, Portugal, dia pada sebuah masa dikenal sebagai The Great, The Caesar of the East and as The Portuguese Mars.

 Ayahnya, Gonçalo de Albuquerque, Lord of Vila Verde dos Francos (yang menikah dengan Leonor de Menezes) memegang posisi yang lumayan penting di pemerintahan. 

Dari ayahnya pula ia mempunyai hubungan darah / keturunan dengan family kerajaan Portugal. 

Dia mendapatkan edukasi dalam bidang matematika dan Latin Klasik pada masa dominasi Afonso V dari Portugal, dan sesudah wafatnya bangsawan itu, ia kelihatannya bekerja di Arzila, Morocco untuk sejumlah saat. 

Pada ketika ia pulang ia ditunjuk se estribeiro-mor (kepala penasihat) guna João II dari Portugal.


4. Christopher Columbus

Kristoforus Kolumbus (Nama Genoa asli: Christoffa Corombo,[butuh rujukan] bermunculan 30 Oktober 1451 – meninggal 20 Mei 1506 pada usia 54 tahun) ialah seorang pengembara dan saudagar asal Genoa, Italia, yang menyeberangi Samudera Atlantik dan hingga ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492. 

Perjalanan itu didanai oleh Ratu Isabella dari Kastilia Spanyol sesudah ratu tersebut sukses menaklukkan Andalusia. 

Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil, dan beranggap suatu kapal bisa sampai ke Timur Jauh melewati jalur barat.

Kolumbus bukanlah orang kesatu yang mendarat di Amerika, yang ia dapati telah diduduki. 

Ia pun bukan orang Eropa kesatu yang hingga ke benua tersebut karena kini telah dinyatakan secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berangjangsana ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan menegakkan koloni L'Anse aux Meadows guna jangka masa-masa singkat. 

Terdapat estimasi bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Kolumbus dan membekalkannya dengan sumber guna kejayaannya. 

Terdapat juga tidak sedikit teori mengenai pengiriman ke Amerika oleh sekian banyak  orang sepanjang masa itu.

Kolombus mengira bahwa pulau itu masih perawan, belum berpenghuni sama sekali. 

Mereka berorientasi menjadikan pulau itu sebagai ekspansi wilayah Spanyol. 

Tetapi sesudah menerobos masuk, Kolumbus ternyata kaget mengejar bangunan yang serupa pernah ia lihat sebelumnya saat mendarat di Afrika. 

Semula Kolumbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi sesudah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Kolombus tidak sedikit mendapat resistensi dari warga setempat. 

Beberapa armada kapal milik regu Kolombus dibenamkan oleh suku Indian karena mereka merasa terganggu dan dalam bahaya oleh kedatangan Kolombus.


5. Ferdinand Magelhaens

Ferdinand Magellan (bahasa Portugis: Fernão de Magalhães, IPA: [fɨɾˈnɐ̃w ðɨ mɐɣɐˈʎɐ̃jʃ]; bahasa Spanyol: Fernando de Magallanes, IPA: [ferˈnando ðe maɣaˈʎanes]; c. 1480 – 27 April 1521) ialah seorang petualang Portugis. 

Dia bermunculan di Sabrosa, di Portugal utara, dan melayani Raja Charles I dari Spanyol dalam rute penelusuran ke arah barat mengarah ke "Kepulauan rempah-rempah" (Kepulauan Maluku).

Magelhaens ialah orang kesatu yang berlayar dari Eropa ke barat mengarah ke Asia, orang Eropa kesatu yang melayari Samudra Pasifik, dan orang kesatu yang memimpin pengiriman yang bertujuan mengelilingi bola dunia. 

Meskipun Magelhaens sendiri tewas terbunuh oleh Datuk Lapu-Lapu di Filipina dalam persinggahannya di Hindia Timur sebelum mengarah ke Eropa, delapan belas anggota kru dan armadanya sukses kembali ke Spanyol pada tahun 1522, sesudah mengelilingi bumi. 

Ia gagal menjangkau tujuannya mengelilingi bumi tanpa henti, dan diteruskan oleh Juan Sebastián Elcano.

Keluarga Magelhaens ialah keluarga bangsawan, maka menurut kelaziman setempat, Fernando sudah direkrut semenjak mudanya sebagai ajudan di istana kerajaan. 

Di sini, di samping mendapat pendidikan, ia belajar secara langsung prestasi pria-pria laksana Christopher Columbus, yang baru pulang dari Amerika Serikat setelah menggali rute pelayaran laut di sebelah barat ke kepulauan rempah (Maluku) yang menjadi buah bibir.

Sayangnya Raja Portugis, John, terbunuh pada tahun 1495 dan Pangeran Manuel, yang lebih punya minat akan harta kebalikannya daripada penjelajahan, naik takhta. 

Karena dalil tertentu, Manuel tidak menyenangi Fernando yang kala tersebut berusia 15 tahun dan sekitar bertahun-tahun melalaikan permintaannya guna melaut. 

Tetapi sewaktu Vasco da Gama pulang dari India membawa muatan rempah-rempah, Manuel mengendus wewangian kekayaan yang berlimpah. 

Akhirnya, pada tahun 1505, ia memperbolehkan Magelhaens berangkat dari Afrika Timur dan India dalam suatu armada Portugal untuk menolong mengambil alih perniagaan rempah dari semua saudagar Arab. 

Setelah itu, ia berlayar lebih jauh ke unsur timur ke Malaka bareng ekspedisi militer lainnya.

Dalam pertikaian di Maroko pada tahun 1513, Magelhaens merasakan cedera yang serius di lutut. 

Akibatnya, ia menjadi timpang seumur hidupnya. 

Ia meminta Manuel untuk mendongkrak pensiunnya. 

Tetapi kebencian Manuel tidak berkurang, tidak soal seberapa besarnya penjelajahan, pengorbanan, dan keberanian Magelhaens.

Pada masa sangat sulit dalam kehidupan Magelhaens, ia dikunjungi oleh seorang rekan lama, navigator terkenal, Joāo de Lisboa. 

Mereka berdua membahas teknik mencapai kepulauan rempah dengan pergi ke barat daya melewati El Paso—sebuah selat yang menurut keterangan dari kabar angin ialah jalan pintas melalui Amerika Selatan—dan lantas menyeberangi samudera yang belum lama tersebut ditemukan oleh Balboa sewaktu ia melintasi tanah genting Panama. 

Mereka yakin bahwa di sisi beda dari samudera ini terletak kepulauan rempah.

Magelhaens lalu paling berhasrat untuk mengerjakan apa yang gagal dilaksanakan Columbus—menemukan rute barat mengarah ke Timur, yang ia yakin lebih pendek daripada rute sebelah timur. Tetapi ia membutuhkan sokongan finansial. 

Maka, sebab masih merasa jengkel atas kegusaran Manuel, ia meniru tahapan Columbus, meminta sokongan raja Spanyol.


6. Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer


Cornelis de Houtman (lahir di Gouda, Holland Selatan, Belanda, 2 April 1565 – meninggal di Aceh, 11 September 1599 pada usia 34 tahun)[1] ialah seorang pengembara Belanda yang mengejar jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia dan sukses memulai perniagaan rempah-rempah untuk Belanda.

Cornelis de Houtman bareng armadanya mendarat pada 27 Juni 1596 di perairan Banten,[1] kemudian kembali lagi pada 14 Agustus 1597 membawa 240 kantong lada, 45 ton pala, dan 30 bal bunga pala[2]. 

Keberhasilannya ini membuka jalan untuk ekspedisi-ekspedisi selanjutnya yang berujung pada praktik kolonialisme di Nusantara.

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh semua pedagang Amsterdam ke Lisboa untuk mengejar sebanyak barangkali informasi tentang Kepulauan Rempah-Rempah. 

Pada ketika de Houtman pulang ke Amsterdam, Jan Huygen van Linschoten pun kembali dari India. 
Para saudagar tersebut meyakinkan bahwa Banten adalahtempat yang sangat tepat untuk melakukan pembelian rempah-rempah. 

Pada 1594, mereka menegakkan compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 empat buah kapal meninggalkan Amsterdam: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.

Perjalanannya diisi masalah semenjak awal. Penyakit seriawan merebak hanya sejumlah minggu sesudah pelayaran dimulai dampak kurangnya makanan. 

Pertengkaran salah satu para kapten kapal dan semua pedagang menyebabkan sejumlah orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. 

Di Madagaskar, di mana suatu perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut mengakibatkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana sekitar enam bulan. (Teluk di Madagaskar lokasi mereka berhenti sekarang dikenal sebagai "Kuburan Belanda").


7. Jacob Van Neck dan Van Warwyk


Jacob Corneliszoon van Neck (sering dianglikanisasi menjadi Jacob Cornelius van Neck) (1564–1638) ialah seorang perwira angkatan laut dan pengembara asal Belanda.

 Ia memimpin Ekspedisi Kedua Belanda ke Indonesia dari 1598 hingga 1599.


8. Sir Francis Drake


Laksamana Muda Sir Francis Drake (sekitar 1540 – 28 Januari 1596) ialah seorang pelaut kapal perang, navigator, pahlawan angkatan laut, politikus, dan insinyur sipil berkebangsaan Inggris pada masa Elizabethan. 

Ia ialah orang Inggris kesatu yang mengelilingi bumi, dari 1557 hingga 1580 dan sepulangnya dilantik menjadi ksatria oleh Ratu Elizabeth I. 

Ia ialah wakil pimpinan armada Inggris yang mengungguli Armada Spanyol pada 1588.


9. Sir James Lanchester dan George Raymond


Pada tahun 1591, Ratu Inggris уаng mempunyai nama Elizabeth I уаng kesatu menyokong keterlibatan Inggris secara langsung dalam perniagaan rempah-rempah.

Sir James Lanchester dan George Raymond аtаѕ nama Ratu Inggris tеrѕеbut kеmudіаn bersiap dan menyelenggarakan pelayaran. Lanchester sukses mencapai Aceh dan Penang dan ѕаmраі dі Inggris pada tahun 1594.

Pada tahun 1600, Elizabeth I menyerahkan hak oktroi untuk maskapai/organisasi dagang Inggris (EIC). 

Pelayaran kesatu maskapai dagang іnі dі pimpin оlеh Lanchester dan pada bulan Juni 1602, sukses tiba dі Aceh dan terus mengarah ke Banten. Akhirnya, dіа mendapat izin membina kantor dagang.

Pelabuhan Banten berikut уаng menjadi pusat pekerjaan orang-orang Inggris ѕаmраі tahun 1682. Pada ketika itu, Inggris memperoleh peradaban dі distrik Asia.


10. Sir Henry Middleton


Pelayaran kedua EIC dі pimpin оlеh Sir Henry Middleton dі tahun 1604. Dіа kеmudіаn sukses mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Belanda.

Antаrа 1611 – 1617, mеrеkа menegakkan kantor-kantor dagang dі Sukadana (Kalimantan Barat Daya), Makassar, Jayakarta, Jepara, Aceh, Pariaman, dan Jambi.

Melihat fakta іnі Belanda kеmudіаn marah dan berkomplik dеngаn Inggris.

Belanda memandang bаhwа cita-cita mеrеkа dalam memonopoli perniagaan telah terlepas.

Demikianlah dі аtаѕ itu, tokoh-tokoh Eropa уаng melaksanakan pengiriman menjelajahi samudra dalam usaha mеrеkа menggali sumber rempah-rempah.

Niat kesatu mеrеkа аdаlаh mengerjakan niaga atau perniagaan dеngаn masyarakat dі mаnа sumber rempah berada. Nаmun kеmudіаn bergeser menjadi penaklukan dan penjajahan dі semua tempat dі Asia dan Afrika, tergolong Indonesia. 

Penjajahan іnі terjadi sebab ketamakan dan kerakusan orang-orang Eropa tеrѕеbut уаng pada akhirnya memunculkan reaksi уаng keras terhadap kolonialisme.


Oke sampai sini saja itulah 10 nama tokoh penjelajah samudra beberapa mungkin tidak asing bagi anda jangan lupa untuk share artikel ini. terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel