Kumpulan Puisi Pahlawan Singkat Terbaik

Puisi Pahlawan Singkat

Puisi Pahlawan Singkat - Sejak pertama masuk sekolah menghormati pahlawan yang telah gugur dalam medan perang karena melawan para penjajah adalah hal yang sering sekali di ceritakan oleh guru pada sewaktu sekolah dulu. dimana nenek moyang kita harus merasakan asam garam di negeri nya sendiri harus bekerja tanpa di upah ( rodi ) serta di paksa untuk bercocok tanam dan hasil nya di bagi sebagian nya untuk para penjajah.

Hampir tiga setengah abad bangsa kita di jajah oleh bangsa asing karena penjajahan oleh bangsa asing itu keluarlah nama-nama para pejuang yang dengan semangat melawan para penjajah dengan mempertaruhkan nyawa nya untuk kemerdekaan negeri ini.

Dirilis nya bertemakan puisi pahlawan ini adalah untuk menghormati serta mengenang para jasa-jasa pahlawan bangsa kita yang telah gugur di medan perang atau memperjuangkan bangsa kita untuk melawan para penjajah.

Kumpulan Puisi Pahlawan Singkat Terbaik : 

Mengenang Perjuangan Pahlawanku

Kami dapat nikmati kebebasan ini
Kami dapat menyaksikan kedamaian di semua penjuru negeri
Kami bisa menggapai cita dan harapan kami
Kami begitu sadar berikut buah perjuanganmu
Pahlawan kami, kami bangga walau kau tiada
Kemerdekaan yang kami nikmati ini
Pendidikan mencukupi yang kami enyam kini
Fasilitas dan teknologi modern ini
Ada bukan sebab kami, namun ini sebab kalian
Kami heningkan cipta guna jerih payahmu
Tak terdapat yang dapat kami persembahkan
Kecuali sekedar upaya
Tuk lanjutkan asamu yang tinggi menjulang


Pahlawanku, Senjata Usangmu Lahirkan Militer Canggih

Bambu Runcingmu dulu, sekarang menjadi rudal
Pedang usangmu sekarang jadi torpedo handal
Ketapelmu, sekarang amunisi tuk jadikan musuh terpental
Sepeda usangmu, sekarang jadi tank di jalanan aspal
Pahlawanku, ini bukan kebetulan
Bukan pula kepiawaian tangan ilmuan
Apalagi sebatas buah peradaban jaman
Inilah unsur dari perjuanganmu pahlawan
Berbanggalah, sekarang Indonesia semakin maju
Tak kan terdapat musuh yang berani melaju
Terlebih merebut kemenanganmu


Pahlawanku, Kan Ku Jaga Negeri Kita

Kemerdekaan negeri ini bukanlah hadiah
Kau raih dengan darahmu yang tlah tumpah
Merah Putih tersebut kini sudah berdiri gagah
Tanpa seorangpun berani mengubah
Pahlawanku, kan ku jaga negeri kita
Ku curahkan jiwa dan raga tuk Indonesia tercinta
Ku bangun dan ku isi kebebasan ini
Dengan sarat upaya walau tak seberapa


Maafkan Kami, Pahlawanku

Kamilah generasi mudamu, Pahlawanku
Kamilah ujung tombak perjuangan kini
Di tangan kamilah setir nahkoda kami arahkan
Tuk berusaha diantara karam dan gelombang
Namun, ampuni kami pahlawanku
Jika dengan tangan ini terkadang kami corengkan noda
Kami habiskan masa muda ini guna berfoya
Kami isi masa-masa kami dengan urusan sia-sia
Di lubuk hati ini kami menangis
Ada dari kami yang menyalahi amanah
Jadi pemimpin yang kadang semena-mena
Dan menyimpulkan hal dengan tak adil
Kami, memang menodai jerih generasi muda lain
Mereka begitu getol berusaha untuk maju
Mereka begitu gigih menyingkir dari kenistaan
Kamipun hendak kembali dalam lintasan itu


Mengenang Perjuanganmu Wahai Ibu Kartini

Habis gelap terbitlah cerah Kemudahan jenjang edukasi ini
Kesetaraan antar gender ini
Kemajuan perempuan masa kini
Itulah jerihmu wahai Kartini
Kebodohan yang semakin beranjak pergi
Pendidikan yang tidak mengenal kasta ini
Anak-anak wanita yang tak bebal lagi
Prestasi perempuan yang dapat digeluti kini
Tak kan terwujud tanpa tetes peluhmu
Meski 21 April ialah harimu
Setiap wanita mengenakan kebaya sepertimu
Kemeriahan acara memperingatimu
Namun rasanya tak lumayan untuk menyanjungmu
Tapi, kau tak butuh risau
Begitu tidak sedikit Kartini sebagai penerusmu
Pejuang emansipasimu yang sesungguhnya
Untuk generasi gemilang berikutnya


PESAN ISTRI PEJUANG 

Suamiku... 
Sudah berapa lama anda tidak berjumpa 
Rumah ini terasa sepi tanpa kehadiranmu 
Namun aku tak hendak pergi 
Karena aku yakin anda pasti bakal kembali 

Aku tahu anda sedang berusaha untuk orang beda 
Dan anda mungkin saja bakal kehilangan nyawa di sana 
Namun aku tak hendak kau mati 
Aku hendak kau pulang ke sini 
Ke lokasi tinggal tempat anda berbahagia 

Aku tidak memahami 
Mungkin kau bakal disebut sebagai pahlawan andai kau gugur 
Yang hanya dapat ku memahami 
Kau tidak jarang kali menjadi pahlawanku yang kesatu


DONGENG PERJUANGAN 

Aku tidak menyaksikan akan suasana 
Aku tak mendengar bakal amarah 
Bahkan tangisan seolah suatu dongeng 
Cerita dari kakek yang pilu 

Perlahan wajah keriput itupun tersenyum 
Membelai lembut kepalaku seraya bercerita 
Dua manusia bertolak belakang latar belakang 
Yang tidak sederajat dan melulu terikat tali kemerdekaan 

Sebuah asa yang bermula dari khayalan 
Hingga selesai menjadi fakta 
Pahlawan yang tercetus dari perjuangan 
Pahlawan terpisahkan oleh sebutir peluru 

Takkan terdapat kekecewaan pahlawanku 
Takkan terdapat yang butuh disesali 
Kau akan menikmati sejuknya angin kemerdekaan 
Dan aku hanya dapat beristirahat di sini


KETEGUHAN SANG GARUDA 

Kau tercetus dari sebuah usulan 
Prinsip yang sudah menjadikanmu sebagai emblem 
Bersumber dari perjuangan semua rakyat 
Berhembuskan nafas kebebasan 

Di tubuhmu terukir simbol yang sarat makna 
Terdiri atas banyaknya asa 
Tersisip akan khayalan 
Hingga menjadikanmu gagah dan mulia 

Sorot pandangmu yang tajam 
Tubuh yang tegap dan tegar 
Mencerminkan rakyat negerimu 
Serta kuatnya motivasi yang menopangnya


TANAH TUMPAH DARAHKU

Aku tak hendak melihat bangsaku
Kalah tersungungkur oleh waktu
Aktu tak hendak melihat bangsaku
Jatuh terbenam ke dalam kehancuran

Dengan tekad setinggi langit
Untuk tanah ini aku rela berkorban
Disaat percaya diriku menyusut
Disaat itulah semangatku semakin berkobar

Selama mentari masih menyinari dunia 
Aku takkan berhenti sedetik juga 
Menyelamatkan mengayomi dan menjaga 
Walaupun sampai aku menyatu dengan tanah negeriku 

Bersatulah wahai penerus bangsa 
Bulatkan tekadmu dan tegarlah laksana batu karang 
Keraskan segala usahamu serta keraskan pula suaramu 
Karena masing-masing usaha yang keras takkan mengkhianati 

Harapanku akan tidak jarang kali mengiringi 
Untuk tanah negeri ini masing-masing hari 
Aku tidak hendak lagi 
Melihat ibu pertiwi tersiksa hati


PUISI BUAT PAHLAWAN 

Demi sang negeri 
Kau korbankan jiwamu 
Demi sang bangsa 
Rela kau pertaruhkan nyawamu 
Maut yang mencegat di medan tempur 
kau bilang tersebut hanyalah hiburan 

Nampak jelas raut wajahmu 
Tak segelintirpun rasa fobia 
Semangat membara di dalam jiwamu 
Taklukkan mereka penjajah negeri 

Harimu yang berwarna merah membara 
Pembunuhan, pembantaian yang dihiasi bunga api 
Mengalirkan sungai darah di hadapanmu 
Bahkan ketika mata air darah tersebut 
Mengalir dari tubuhmu 
Namun mustahil runtuhkan benteng motivasi juangmu 

Bambu runcing yang tidak jarang kali setia menemanimu 
Kaki telanjang sarat luka 
Pakaian lesuh dengan seribu wangi 
Basah badanmu kering badanmu 
Kini menghantarkan bangsa ini 
Kedalam kebebasan yang hakiki

Inilah kumpulan puisi pahlawan singkat terbaik yang bisa kami rilis semoga anda bisa termotivasi dari puisi pahlawan singkat ini. terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel