Puisi Tentang Lingkungan Alam
Puisi Lingkungan Alam - Pada kesempatan kali ini saya akan menulis beberapa puisi tentang lingkungan alam di sekitar anda yang cukup menyentuh hati anda sebagai pembaca. puisi terbuat karena sebuah rasa kasih sayang maupun kepedulian terhadap lingkungan dan sebagai nya.
1. Derita Alam
Perkembangan industri di era modern ini semakin cepat untuk berkembang tetapi karena hal itulah berdampak pada lingkungan alam yang bersih menjadi tercemar karena pabrik-pabrik industri yang sembarangan ketika membuang limbah. seperti yang anda lihat sungai-sungai tercemar. puisi ini terbuat karena melihat derita alam yang tak kunjung berhenti tentu nya di kota saya bekasi.
Peradaban makin tak terkendali
Ledakan populasi telah terjadi
Polusi kian meningkat tanpa henti
Penyakit baru datang tak terobati
Gunung-gunung pulang menjadi tempat sampah
Kemacetan hiasi hidup tanpa sarat berkah
Alam benar-benar menderita
Karena ulah insan tak tau diri
Pabrik-pabrik di bina racuni alam
Kepulan asap membumbung tinggi
Putihnya awan pulang menjadi hitam pekat
Berkah alam mulai sirna, kiamat telah semakin dekat
Alam telah memberikan tidak sedikit keuntungan untuk kita
Polusi yang didapatkan tidak seimbang dengan apa yang didapat
Pelan tapi tentu alam semakin tergerus
Hanya kesadaranlah yang dapat selamatkan alam ini
Jangan biarkan alam murka
Karena melulu akan membawa derita
Tawa dan canda hiasi deviden usaha
Tidak peduli dengan alam, melulu kantong individu semata
Bencana datang melanda, dibuntuti tangis pilu sang anak manusia
Apa yang anda tanam itulah yang akan anda tuai
Jagalah alam supaya hidup aman dan tentram
Mulailah dari diri sendiri untuk evolusi bumi pertiwi
2. Bumi Pertiwi
Bumi ini....
Dialah yang menyerahkan tempat hidup
Dialah yang menyerahkan kenyamanan
Dialah yang mencukupkan segala kebutuhan
Manusia hidup berbaur didalamnya
Diliputi hati yang saling berselisih
Berjalan dengan sombong diatas tanah pertiwi
Manusia tidak menyukai tanah ini
Tanah dengan air yang murni
Mereka tidak pernah beranggapan dengan hati nurani
Merusak alam atas nama pembangunan
Menggusur alam atas nama pengembangan
Padahal manusia melulu menumpang
Tidak berhak mencemari dan menodai
Dia sudah menyerahkan udara, air, dan angin
Tapi insan masih saja menjerit
Seakan-akan pemberian tersebut berarti
Mengambil seluruh dengan serakah
Kilauan tambang butakan mata
Harapan jahat terus dipahat
Udara kematian berkumpul pekat
Asap hitam pekat bergerak bebas tak terbelenggu
Sesakkan dada matikan jiwa
Lautan berubah coklat kehitaman
Tercemar limbah kemanusiaan
Kematian juga datang dengan tergesa-gesa
Tanah ini murni semenjak jaman dahulu kala
Dipenuhi dengan kehidupan dalam balutan mahkota
Sekarang menjadi gersang dan berkehidupan
Para merpati lari selamatkan diri
Tergerus oleh keserakahan
Terusir oleh keegoisan
Terbang bebas tak pasti arah
Bumi pertiwi menyerahkan segalanya
Manusia campakkan tersebut semua
Lingkungan perlahan mulai pudar
Terganti oleh nafsu egois tanpa sadar
3. Lautan Gelap
Seperti yang kalian ketahui pencemaran tidak hanya di udara dan di darat tetapi pencemaran juga bisa terjadi di air karena di sebabkan limbah pabrik atau pun membuang sampah sembarang menjadi faktor yang bisa membuat laut menjadi banyak kerusakan nya hal ini lah yang di faktori terbuat nya puisi lautan gelap.
Burung-burung mengitari hitamnya lautan
Melihat semua pengkhianat luapkan muatan
Penguin tak berdosa berusaha berusaha hidup
Mencari lautan biru tak kunjung ketemu
Para insan asyik nikmati hidup
Sedangkan semua ikan menggali lautan guna dihirup
Teriakan rumput laut tersiar didasar laut
Merintih tak kuasa menyangga rasa kalut
Sinar mentari mustahil masuk
Lautan pulang menjadi gelap
Keselamatan tidak terdapat dalam kegiatan
Hanya deviden yang ditelusuri semata
Surga bahari perlahan mulai sirna
Tergantikan oleh daratan buatan
Lautan biru tinggal menantikan ajal
Kelak nanti anda akan menyesal
Perubahan tersebut pasti dengan konsekuensi
Alam takkan sudi diperlakukan laksana ini
4. Menari Bersama Dengan Alam
Mungkin sewaktu kecil anda merasakan yang nama nya udara sejuk di ibukota jakarta udara nya masih terasa sejuk dan segar untuk di hirup. tetapi itu hanyalah sebuah masa lalu.
Aku menyaksikan sebuah mimpi
Keadaan tentram menusuk sanubari
Momen estetis dalam hidupku
Membuatku diam terpaku
Tiba-tiba angin berhembus
Sejuk dengan wewangian alami
Aku terhanyut pejamkan mata
Diiringi nyanyian alam getarkan jiwa
Hewa-hewan estetis penuh rupa tawarkan pesona
Bunga beragam warna dihinggapi serangga
Lebah madu menari-nari mengitari sangkarnya
Berjalan beriringan bersama-sama
Lautan luas terhampar luas
Karpet hijau terhampar lapang
Langit biru membumbung tinggi tanpa batas
Lalu aku membuka mataku dan terbangun
Mimpi estetis yang membuatku tertegun
Secuil momen estetis dalam memoriku
Akan tidak jarang kali kuingat dalam hidupku
5. Renungan Alam
Populasi manusia terus meningkat dan kebutuhan sumber daya alam ( sda ) pun lambat laun terkuras untuk kebutuhan manusia. kita lupa untuk merawat dan menghargai alam yang sudah memberikan kita yang kita butuhkan.
Manusia tidak pun sadar
Bahwa alam telah mulai pudar
Karena ulah sang makhluk sempurna
Alam juga kena dampaknya
Pabrik mencungkil gas riskan
Manusia diam diatas kecerobohan
Apa yang terjadi ketika ini
Hanyalah keserakahan otoritas
Kendaraan terus meningkat
Jumlah ruang semakin tersikat
Jutaan karbon tercium tanpa sekat
Tingkat polusi pun bertambah pesat
Teknologi manjakan manusia
Tetapi turut hancurkan simfoni alam dunia
Semua tercebur dalam polusi ini
Alam bobrok hidup tak nikmat
Mari sadar bakal pentingnya alam
Kurangi berkendara supaya selamat dari kemacetan
Konsumsi apa yang didapatkan oleh alam
Bukan hasil-hasil bahan olahan
Selamatkan alam dan kurangi kehancuran
Alan telah menderita sengsara
Para pemuda mengutuk semua orang tua
Sampai kapan ini terus berlanjut
Mari anda berjanji guna tidak merusak alam
Tanamlah pohon, supaya harmonisasi terjaga
kurangi polusi supaya alam berubah menjadi murni
Mulailah hari ini, guna esok yang lebih baik lagi
6. Apa Salah Lingkungn ?
Setiap perubahan pada alam kita pun tidak sadar bahwa alam sudah mulai berubah setiap tahun nya. kita sering melihat siaran di televisi banyak hutan yang terbakar karena ulah manusia ketika ingin membuat lahan dengan cara membakar nya.
Apakah kalian tau?
Bahwa lingkungan telah berubah
Apakah kalian sadar?
Bahwa lingkungan tak lagi nyaman
Apakah kalian mengerti?
Bahwa lingkungan tak lagi sama
Alam juga tau dan memahami
Bahwa ini semua tentu akan terjadi
Jutaan fauna pergi sepanjang hari
Mencari air minum susah didapat
Alam sudah menyerahkan yang terbaik
Semua diserahkan secara cuma-cuma
Ekosistem muncul untuk memudahkan
Manusia sudah merampok alam dengan paksa
Mencabut semuanya dengan sarat rekayasa
Menggusur hutan dan mengubah dengan tembok beton
Menyulap lautan menjadi karpet daratan
Semakin tidak sedikit yang dipungut
Semakin tidak sedikit kerusakan dirasakan
Kesabaran alam terdapat batasnya
Jangan sampai seluruh binasa tak bersisa
Cukup sampai sini saja itulah beberapa puisi tentang lingkungan alam semoga puisi tentang lingkungan alam ini dapat menyadarkan anda bahwa betapa penting nya juga untuk menjaga lingkungan alam di sekitar anda


0 comments:
Post a Comment