Hampir tiga setengah abad bangsa kita di jajah oleh bangsa asing karena penjajahan oleh bangsa asing itu keluarlah nama-nama para pejuang yang dengan semangat melawan para penjajah dengan mempertaruhkan nyawa nya untuk kemerdekaan negeri ini.
Dirilis nya bertemakan puisi pahlawan ini adalah untuk menghormati serta mengenang para jasa-jasa pahlawan bangsa kita yang telah gugur di medan perang atau memperjuangkan bangsa kita untuk melawan para penjajah.
Kumpulan Puisi Pahlawan Singkat Terbaik :
Mengenang Perjuangan Pahlawanku
Kami dapat nikmati kebebasan ini
Kami dapat menyaksikan kedamaian di semua penjuru negeri
Kami bisa menggapai cita dan harapan kami
Kami begitu sadar berikut buah perjuanganmu
Pahlawan kami, kami bangga walau kau tiada
Kemerdekaan yang kami nikmati ini
Pendidikan mencukupi yang kami enyam kini
Fasilitas dan teknologi modern ini
Ada bukan sebab kami, namun ini sebab kalian
Kami heningkan cipta guna jerih payahmu
Tak terdapat yang dapat kami persembahkan
Kecuali sekedar upaya
Tuk lanjutkan asamu yang tinggi menjulang
Pahlawanku, Senjata Usangmu Lahirkan Militer Canggih
Bambu Runcingmu dulu, sekarang menjadi rudal
Pedang usangmu sekarang jadi torpedo handal
Ketapelmu, sekarang amunisi tuk jadikan musuh terpental
Sepeda usangmu, sekarang jadi tank di jalanan aspal
Pahlawanku, ini bukan kebetulan
Bukan pula kepiawaian tangan ilmuan
Apalagi sebatas buah peradaban jaman
Inilah unsur dari perjuanganmu pahlawan
Berbanggalah, sekarang Indonesia semakin maju
Tak kan terdapat musuh yang berani melaju
Terlebih merebut kemenanganmu
Pahlawanku, Kan Ku Jaga Negeri Kita
Kemerdekaan negeri ini bukanlah hadiah
Kau raih dengan darahmu yang tlah tumpah
Merah Putih tersebut kini sudah berdiri gagah
Tanpa seorangpun berani mengubah
Pahlawanku, kan ku jaga negeri kita
Ku curahkan jiwa dan raga tuk Indonesia tercinta
Ku bangun dan ku isi kebebasan ini
Dengan sarat upaya walau tak seberapa
Maafkan Kami, Pahlawanku
Kamilah generasi mudamu, Pahlawanku
Kamilah ujung tombak perjuangan kini
Di tangan kamilah setir nahkoda kami arahkan
Tuk berusaha diantara karam dan gelombang
Namun, ampuni kami pahlawanku
Jika dengan tangan ini terkadang kami corengkan noda
Kami habiskan masa muda ini guna berfoya
Kami isi masa-masa kami dengan urusan sia-sia
Di lubuk hati ini kami menangis
Ada dari kami yang menyalahi amanah
Jadi pemimpin yang kadang semena-mena
Dan menyimpulkan hal dengan tak adil
Kami, memang menodai jerih generasi muda lain
Mereka begitu getol berusaha untuk maju
Mereka begitu gigih menyingkir dari kenistaan
Kamipun hendak kembali dalam lintasan itu
Mengenang Perjuanganmu Wahai Ibu Kartini
Habis gelap terbitlah cerah Kemudahan jenjang edukasi ini
Kesetaraan antar gender ini
Kemajuan perempuan masa kini
Itulah jerihmu wahai Kartini
Kebodohan yang semakin beranjak pergi
Pendidikan yang tidak mengenal kasta ini
Anak-anak wanita yang tak bebal lagi
Prestasi perempuan yang dapat digeluti kini
Tak kan terwujud tanpa tetes peluhmu
Meski 21 April ialah harimu
Setiap wanita mengenakan kebaya sepertimu
Kemeriahan acara memperingatimu
Namun rasanya tak lumayan untuk menyanjungmu
Tapi, kau tak butuh risau
Begitu tidak sedikit Kartini sebagai penerusmu
Pejuang emansipasimu yang sesungguhnya
Untuk generasi gemilang berikutnya
PESAN ISTRI PEJUANG
Suamiku...
Sudah berapa lama anda tidak berjumpa
Rumah ini terasa sepi tanpa kehadiranmu
Namun aku tak hendak pergi
Karena aku yakin anda pasti bakal kembali
Aku tahu anda sedang berusaha untuk orang beda
Dan anda mungkin saja bakal kehilangan nyawa di sana
Namun aku tak hendak kau mati
Aku hendak kau pulang ke sini
Ke lokasi tinggal tempat anda berbahagia
Aku tidak memahami
Mungkin kau bakal disebut sebagai pahlawan andai kau gugur
Yang hanya dapat ku memahami
Kau tidak jarang kali menjadi pahlawanku yang kesatu
DONGENG PERJUANGAN
Aku tidak menyaksikan akan suasana
Aku tak mendengar bakal amarah
Bahkan tangisan seolah suatu dongeng
Cerita dari kakek yang pilu
Perlahan wajah keriput itupun tersenyum
Membelai lembut kepalaku seraya bercerita
Dua manusia bertolak belakang latar belakang
Yang tidak sederajat dan melulu terikat tali kemerdekaan
Sebuah asa yang bermula dari khayalan
Hingga selesai menjadi fakta
Pahlawan yang tercetus dari perjuangan
Pahlawan terpisahkan oleh sebutir peluru
Takkan terdapat kekecewaan pahlawanku
Takkan terdapat yang butuh disesali
Kau akan menikmati sejuknya angin kemerdekaan
Dan aku hanya dapat beristirahat di sini
KETEGUHAN SANG GARUDA
Kau tercetus dari sebuah usulan
Prinsip yang sudah menjadikanmu sebagai emblem
Bersumber dari perjuangan semua rakyat
Berhembuskan nafas kebebasan
Di tubuhmu terukir simbol yang sarat makna
Terdiri atas banyaknya asa
Tersisip akan khayalan
Hingga menjadikanmu gagah dan mulia
Sorot pandangmu yang tajam
Tubuh yang tegap dan tegar
Mencerminkan rakyat negerimu
Serta kuatnya motivasi yang menopangnya
TANAH TUMPAH DARAHKU
Aku tak hendak melihat bangsaku
Kalah tersungungkur oleh waktu
Aktu tak hendak melihat bangsaku
Jatuh terbenam ke dalam kehancuran
Dengan tekad setinggi langit
Untuk tanah ini aku rela berkorban
Disaat percaya diriku menyusut
Disaat itulah semangatku semakin berkobar
Selama mentari masih menyinari dunia
Aku takkan berhenti sedetik juga
Menyelamatkan mengayomi dan menjaga
Walaupun sampai aku menyatu dengan tanah negeriku
Bersatulah wahai penerus bangsa
Bulatkan tekadmu dan tegarlah laksana batu karang
Keraskan segala usahamu serta keraskan pula suaramu
Karena masing-masing usaha yang keras takkan mengkhianati
Harapanku akan tidak jarang kali mengiringi
Untuk tanah negeri ini masing-masing hari
Aku tidak hendak lagi
Melihat ibu pertiwi tersiksa hati
PUISI BUAT PAHLAWAN
Demi sang negeri
Kau korbankan jiwamu
Demi sang bangsa
Rela kau pertaruhkan nyawamu
Maut yang mencegat di medan tempur
kau bilang tersebut hanyalah hiburan
Nampak jelas raut wajahmu
Tak segelintirpun rasa fobia
Semangat membara di dalam jiwamu
Taklukkan mereka penjajah negeri
Harimu yang berwarna merah membara
Pembunuhan, pembantaian yang dihiasi bunga api
Mengalirkan sungai darah di hadapanmu
Bahkan ketika mata air darah tersebut
Mengalir dari tubuhmu
Namun mustahil runtuhkan benteng motivasi juangmu
Bambu runcing yang tidak jarang kali setia menemanimu
Kaki telanjang sarat luka
Pakaian lesuh dengan seribu wangi
Basah badanmu kering badanmu
Kini menghantarkan bangsa ini
Kedalam kebebasan yang hakiki
Inilah kumpulan puisi pahlawan singkat terbaik yang bisa kami rilis semoga anda bisa termotivasi dari puisi pahlawan singkat ini. terima kasih.


0 comments:
Post a Comment